Setelah kita sedikit banyak mengenal apa itu reksadana di postingan sebelumnya, maka pada kesempatan ini, kita akan membahas keuntungan melakukan investasi reksadana. Lebih jelasnya, biar Om Nofie Iman yang menjelaskannya. Silakan Om! :-)
Keuntungan Berinvestasi di Reksadana
- Investor memiliki akses untuk menyusun portofolio dari beragam instrumen investasi yang sulit (dan mahal) untuk dilakukan sendiri.
- Diversifikasi secara otomatis. Portofolio investor dengan sendirinya akan tersebar ke beragam aset sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Barrier to entry rendah. Siapapun bisa memulai berinvestasi reksadana as low as Rp 200 ribu saja.
- Investasi dikelola oleh MI profesional dengan administrasi oleh kustodian dan diawasi secara ketat oleh Bapepam LK.
- Hasil investasi reksadana bukan (belum) menjadi obyek pajak. Kupon dari obligasi hingga saat ini juga belum menjadi obyek pajak.
- Likuiditas tinggi. Unit penyertaan dapat dibeli atau dijual kembali setiap hari bursa melalui MI.
- Investor institusional seperti dana pensiun, bank, perusahaan swasta, juga dapat memetik keuntungan dari reksadana.
- Bagi pemerintah dan perusahaan emiten, reksadana merupakan salah satu sumber dana investasi yang dapat menjangkau investor secara luas sehingga dana terkumpul bisa jauh lebih besar.
Melihat berbagai kelebihan dari investasi di reksadana, apakah Anda sudah mempertimbangkan untuk mencobanya?
Masih penasaran? Lanjutkan!
Tulisan ini lahir karena terinspirasi salah seorang pengunjung blog ini yang menginginkan adanyan bahasan mengenai reksadana. Penulis bingung untuk memenuhi request ini, karena penulis merasa bukan ahlinya dalam masalah ini, terlebih lagi blog ini sebagian besar postingnya membahas mengenai belajar investasi dan trading saham. Tapi, ide Googling akhirnya muncul sebagai solusi. Dengan menuliskan kata kunci 'apa itu reksadana', maka akhirnya penulis mendapatkan artikel yang sangat menarik dan detail mengenai reksadana dari ahli di bidangnya. Blognya spesifik membahas berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksadana, emas dan lain-lain. Mas Nofie Iman akhirnya penulis pilih sebagai pemateri pada postingan ini :-) Selamat membaca! (sumber: NofieIman.com)
Investasi di Reksadana
Seperti yang Anda mungkin sudah tahu, reksadana (mutual fund) adalah wahana yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat (pemodal) untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi (MI). Portofolio efek tersebut bisa berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau kombinasi dari beberapa di antaranya.
Orang bilang jangan letakkan telur-telur Anda dalam satu keranjang. Maksudnya, untuk mengoptimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan risiko perlu dilakukan diversifikasi agar bila terjadi kerugian pada satu aset, masih bisa di-cover dengan aset lain untuk menghindari kerugian maksimal. Konsekuensinya, kita perlu membangun suatu portofolio aset, yakni sekumpulan aset dengan berbagai profil risiko yang berbeda seperti saham, obligasi, deposito, dan lainnya. Repotnya, untuk membangun portofolio ideal diperlukan dana yang relatif besar; hitung-hitungan saya, paling tidak perlu Rp 10 miliar.
Reksadana kemudian muncul sebagai solusi agar pemodal tak lagi kesulitan dalam berinvestasi. Kesulitan berupa dana yang mepet, keterbatasan pengetahuan dan informasi, kurangnya waktu dan tenaga untuk memonitor portofolio, dan risiko-risiko lain dapat diatasi dengan reksadana. Sebagai gambaran, penduduk Indonesia saat ini sekitar 230 juta jiwa, namun dana yang terkumpul dalam reksadana baru sekitar Rp 60 triliun saja (2006). Itu artinya reksadana masih merupakan wahana yang bagus dan potensial untuk berinvestasi. . (to be continued)
Masih penasaran? Lanjutkan!
Semalam, indeks Dow Jones menguat signifikan dan kembali tembus di atas 10.000. Penguatan ini didorong membaiknya job's data yang dirilis Kamis kemarin. Kenaikan ini diharapkan mendongrak kenaikan IHSG hari ini. Berikut ini berita selengkapnya:
Stocks jump, gold off highs on U.S. jobs data
U.S. and European stocks jumped and the dollar steadied on Thursday after better-than-expected U.S. jobs data bolstered investor confidence in the global economy, causing gold prices to retreat from all time-highs.
The number of U.S. workers filing new claims for jobless benefits fell more than expected last week to a 10-month low, while worker productivity surged at a 9.5 percent annual rate, improving the outlook for both the economy and inflation.
The more stable dollar put a damper on commodity prices in general. U.S. crude oil prices dropped as much as $1 per barrel, snapping a three-day rally, as investors adopted a cautious tone before Friday's key U.S. employment report.
Short-dated U.S. Treasury prices rose on the benign inflation outlook, which resonated with the U.S. Federal Reserve's pledge a day earlier to keep interest rates low for "an extended period."
Long-dated Treasury prices fell, however, on concerns about upcoming supply of bonds and as the positive news on the economy curbed the safe-haven bid for government debt.
Wall Street stock indexes closed about 2 percent higher, with the Dow closing about 10,000 for the the first time in two weeks.
The surprising drop in new claims for U.S. jobless benefits helped, and created "some anticipation that maybe tomorrow's employment report may be better than expected," said Peter Jankovskis, co-chief investment officer at OakBrook Investments LLC in Lisle, Illinois.
Subodh Kumar, chief investment strategist at Subodh Kumar & Associates in Toronto warned that Friday's key monthly U.S. employment report will be the real test for markets.
"Unemployment is already close to 10 percent, but if it comes out at 10 or above, then there will be worries that the consumers are not there for spending, and that will hurt the market," he said.
Wall Street was also supported by a rally in technology shares after Cisco Systems Inc (CSCO.O), the network equipment maker, posted a stronger-than-expected quarterly profit. [ID:nN04515993]
The Dow Jones industrial average .DJI ended up 203.82 points, or 2.08 percent, at 10,005.96, while the Standard & Poor's 500 Index .SPX climbed 20.13 points, or 1.92 percent, to 1,066.63. The Nasdaq Composite Index .IXIC rose 49.80 points, or 2.42 percent, to 2,105.32.
MSCI's all-country world stock index .MIWD00000PUS rose 0.8 percent while the pan-European FTSEurofirst .FTEU3 ended up 0.6 percent at 990.53 points -- its highest close since Oct. 29.
Masih penasaran? Lanjutkan!
Ada peluang baru bagi Anda yang sedang memulai bisnis online. Teman saya, Donny Wijaya akan membagi-bagi GRATIS hadiah-hadiah berikut ini:
- All New Honda Jazz RS Otomatis seharga Rp 221,500,000
- Sepeda Motor Mega Pro CW seharga Rp 22,000,000
- IPhone 3GS 32GB Factory Unlock seharga Rp 10,000,000
- Blackberry Bold XL seharga Rp 6,000,000,
- Blackberry Gemini XL seharga Rp 3,500,000 dan berbagai hadiah eksklusif lainnya!
Ingin tahu informasi lebih lanjut? Segera bergabung
GRATIS sekarang juga! Tetapi kesempatan GRATIS ini hanya terbatas untuk beberapa orang lagi saja! Untuk informasi selengkapnya
silakan klik di sini!Benar-benar GRATIS!!!
Salam Sukses,
Amsi
n.b.
Bertindak sekarang juga karena bonus GRATIS ini sangat terbatas sekali,
silakan klik di sini !
Masih penasaran? Lanjutkan!
Akhirnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat didorong pergerakan saham semen dan tambang. Tidak seperti perdagangan kemarin yang sempat ambruk ke level 2334. Seperti dilansir detikfinance berikut ini:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat dengan dorongan penguatan bursa-bursa regional. Namun penguatan IHSG terjadi dalam transaksi yang tidak terlalu besar sehingga menunjukkan investor masih sangat berhati-hati.
Investor juga tidak terlalu mengacuhkan keputusan BI mempertahankan BI Rate di kisaran 6,5%. Keputusan tersebut sudah banyak diprediksi sebelumnya. Saham tambang dan semen memberi kontribusi besar bagi kenaikan IHSG hari ini.
Pada perdagangan Rabu (4/11/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat 37,750 poin (1,62%) ke level 2.371,856. Indeks LQ 45 naik 7,982 poin (1,75%) ke level 465,142.
Bursa-bursa regional mayoritas bergerak menguat. Bursa Tokyo yang sempat melemah akhirnya bisa ditutup positif.
* Indeks Hang Seng menguat 374,71 poin (1,76%) ke level 21.614,77.
* Indeks Komposit Shanghai naik 14,31 poin (0,46%) ke level 3.128,54.
* Indeks KOSPI naik 30,01 poin (1,94%) ke level 1.579,93.
* Indeks Nikkei-225 naik 41,36 poin (0,42%) ke level 9.844,31.
Perdagangan tidak terlalu ramai dengan frekuensi transaksi hanya 90.285 kali pada volume 4.304 juta lembar saham senilai Rp 3,13 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 45 saham turun dan 40 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.400 menjadi Rp 13.600, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 8.600, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 menjadi Rp 7.150, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 175 menjadi Rp 2.350, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 175 menjadi Rp 2.475, Indocement (INTP) naik Rp 250 menjadi Rp 11.350.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain BRI (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 6.950, Astra International (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 30.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 14.500, Unilever (UNVR) turun Rp 100 menjadi Rp 10.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 menjadi Rp 15.200.
Masih penasaran? Lanjutkan!